GAMBAR INI ADALAH SENJATA YANG BERASAL DARI MANADO YG BERAMA PISO SURIT DAN KERIS
Senin, 23 Juni 2014
PAKAIAN ADAT MANADO
Manado adalah ibukota Sulawesi Utara. Di daerah Sulawesi Utara ini berdiam banyak suku diantaranya adalah suku Minahasa. Pakaian adat masing masing suku hampir sama yang membedakan adalah aksesoris yang mereka pakai. Untuk pria biasanya terletak pada motif hiasan di dada dan penutup kepala mereka, untuk wanita biasanya terletak pada hiasan di kepala serta gelang yang dipakainya.
Di masa lalu busana sehari-hari wanita Minahasa dan suku lainnya di Sulawesi Utara terdiri dari baju sejenis kebaya, disebut wuyang (pakaian kulit kayu). Selain itu, mereka pun memakai blus atau gaun yang disebut pasalongan rinegetan, yang bahannya terbuat dari tenunan bentenan. Sedangkan kaum pria memakai baju karai, baju tanpa lengan dan bentuknya lurus, berwarna hitam terbuat dari ijuk. Selain baju karai, ada juga bentuk baju yang berlengan panjang, memakai krah dan saku disebut baju baniang. Celana yang dipakai masih sederhana, yaitu mulai dari bentuk celana pendek sampai celana panjang seperti bentuk celana piyama.
Di masa lalu busana sehari-hari wanita Minahasa dan suku lainnya di Sulawesi Utara terdiri dari baju sejenis kebaya, disebut wuyang (pakaian kulit kayu). Selain itu, mereka pun memakai blus atau gaun yang disebut pasalongan rinegetan, yang bahannya terbuat dari tenunan bentenan. Sedangkan kaum pria memakai baju karai, baju tanpa lengan dan bentuknya lurus, berwarna hitam terbuat dari ijuk. Selain baju karai, ada juga bentuk baju yang berlengan panjang, memakai krah dan saku disebut baju baniang. Celana yang dipakai masih sederhana, yaitu mulai dari bentuk celana pendek sampai celana panjang seperti bentuk celana piyama.
ALAT MUSIK DARI MANADO
KOLINTANG merupakan alat musik khas dari Minahasa (Sulawesi Utara) yang mempunyai bahan
dasar yaitu kayu yang jika dipukul dapat mengeluarkan bunyi yang cukup panjang
dan dapat mencapai nada-nada tinggi maupun rendah seperti kayu telur, bandaran,
wenang, kakinik atau sejenisnya (jenis kayu yang agak ringan tapi cukup padat
dan serat kayunya tersusun sedemikian rupa membentuk garis-garis sejajar).
MAKANAN KHAS MANADO
Bubur Tinotuan , atau lebih populer dengan nama
Bubur Manado, merupakan salah satu makanan khas dari Kota Manado, Sulawesi
Utara. Makanan ini boleh dikatakan telah menusantara, karena dapat ditemukan
disemua kota dan sesuai selera nusantara, lagi pula sangat sarat dengan Gizi. Makanan ini berbahan dasar sayur sayuran .
Nasi
jaha adalah merupakan salah satu makanan khas Sulawesi Utara yang berbahan
dasar beras ketan dan santan, yang dibakar setelah sebelumnya diisi kedalam
batang bambu berlapis daun pisang kemudian dibakar. Nasi jaha merupakan ole-ole
wajib selain dodol setiap perayaan pengucapan syukur.
Nasi
jaha adalah merupakan salah satu makanan khas Sulawesi Utara yang berbahan
dasar beras ketan dan santan, yang dibakar setelah sebelumnya diisi kedalam
batang bambu berlapis daun pisang kemudian dibakar. Nasi jaha merupakan ole-ole
wajib selain dodol setiap perayaan pengucapan syukur.Senin, 28 April 2014
UPACARA
ADAT KEMATIAN DIBALI (NGABEN)
Ngaben merupakan salah satu upacara yang
dilakukan oleh Umat Hindu di Bali yang tergolong upacara Pitra Yadnya (upacara
yang ditunjukkan kepada Leluhur). Ngaben secara etimologis berasal dari kata api
yang mendapat awalan nga, dan akhiran an, sehingga menjadi ngapian, yang
disandikan menjadi ngapen yang lama kelamaan terjadi pergeseran kata menjadi
ngaben.
Upacara
Ngaben selalu melibatkan api, api yang digunakan ada 2, yaitu berupa api
konkret (api sebenarnya) dan api abstrak (api yang berasal dari Puja Mantra
Pendeta yang memimpin upacara). Versi lain mengatakan bahwa ngaben berasal dari
kata beya yang artinya bekal, sehingga ngaben juga berarti upacara memberi
bekal kepada Leluhur untuk perjalannya ke Sunia Loka
Bentuk-bentuk
Upacara Ngaben
Ngaben
Sawa Wedana
Sawa Wedana adalah upacara ngaben
dengan melibatkan jenazah yang masih utuh (tanpa dikubur terlebih dahulu) .
Biasanya upacara ini dilaksanakan dalam kurun waktu 3-7 hari terhitung dari
hari meninggalnya orang tersebut. Pengecualian biasa terjadi pada upacara
dengan skala Utama, yang persiapannya bisa berlangsung hingga sebulan.
Sementara pihak keluarga mempersiapkan segala sesuatu untuk upacara maka
jenazah akan diletakkan di balai adat yang ada di masing-masing rumah dengan
pemberian ramuan tertentu untuk memperlambat pembusukan jenazah.
Ngaben
Asti Wedana
Asti Wedana adalah upacara ngaben
yang melibatkan kerangka jenazah yang telah pernah dikubur. Upacara ini
disertai dengan upacara ngagah, yaitu upacara menggali kembali kuburan dari
orang yang bersangkutan untuk kemudian mengupacarai tulang belulang yang
tersisa.
Swasta
Swasta adalah upacara ngaben tanpa
memperlibatkan jenazah maupun kerangka mayat, hal ini biasanya dilakukan karena
beberapa hal, seperti : meninggal di luar negeri atau tempat jauh, jenazah
tidak ditemukan, dll. Pada upacara ini jenazah biasanya disimbolkan dengan kayu
cendana (pengawak) yang dilukis dan diisi aksara magis sebagai badan kasar dari
atma orang yang bersangkutan.
Tujuan
Upacara Ngaben
Upacara ngaben secara konsepsional
memiliki makna dan tujuan sebagai berikut :
1. Dengan membakar jenazah maupun
simbolisnya kemudian menghanyutkan abu ke sungai, atau laut memiliki makna
untuk melepaskan Sang Atma (roh) dari belenggu keduniawian sehingga dapat
dengan mudah bersatu dengan Tuhan (Mokshatam Atmanam)
2. Membakar jenazah juga merupakan
suatu rangkaian upacara untuk mengembalikan segala unsur Panca Maha Bhuta (5
unsur pembangun badan kasar manusia) kepada asalnya masing-masing agar tidak menghalangi
perjalan Atma ke Sunia Loka Bagian Panca Maha Bhuta yaitu : a.
Pertiwi : unsur padat yang membentuk tulang, daging, kuku, dll b. Apah:
unsur cair yang membentuk darah, air liur, air mata, dll c. Bayu : unsur
udara yang membentuk nafas. d. Teja : unsur panas yang membentuk suhu
tubuh. e. Akasa : unsur ether yang membentuk rongga dalam tubuh.
3. Bagi pihak keluarga, upacara ini
merupakan simbolisasi bahwa pihak keluarga telah ikhlas, dan merelakan
kepergian yang bersangkutan.
Sabtu, 26 April 2014
TAMAN WISATA
BUNAKEN
Di sekitar pulau Bunaken terdapat taman laut
Bunaken yang merupakan bagian dari Taman Nasional Bunaken.
Taman laut ini memiliki biodiversitas kelautan salah satu yang
tertinggi di dunia. Selam scuba menarik banyak pengunjung ke
pulau ini. Secara keseluruhan taman laut Bunaken meliputi area seluas 75.265
hektare dengan lima pulau yang berada di dalamnya, yakni Pulau Manado Tua
(Manarauw), Pulau Bunaken, Pulau Siladen,
Pulau Mantehage
berikut beberapa anak pulaunya, dan Pulau Naen. Meskipun meliputi area 75.265 hektare, lokasi
penyelaman (diving) hanya terbatas di masing-masing pantai yang
mengelilingi kelima pulau itu.
Taman laut Bunaken memiliki 20 titik
penyelaman (dive spot) dengan kedalaman bervariasi hingga 1.344 meter.
Dari 20 titik selam itu, 12 titik selam di antaranya berada di sekitar Pulau
Bunaken. Dua belas titik penyelaman inilah yang paling kerap dikunjungi
penyelam dan pecinta keindahan pemandangan bawah laut.
Ini dia contoh pemandangan dibawah laut
bunaken J
.jpg)
JANGAN LUPA YA MAIN MAIN KE PULAU BUNAKEN :)
Minggu, 02 Maret 2014
RUMAH ADAT PALEMBANG
RUMAH ADAT PALEMBANG
Rumah adat Palembang merupakan Rumah panggung kayu. Bari
dalam bahasa Palembang berarti lama atau kuno. Dari segi arsitektur,
rumah-rumah kayu itu disebut rumah limas karena bentuk atapnya yang berupa
limasan. Sumatera Selatan adalah salah satu daerah yang memiliki ciri khas
rumah limas sebagai rumah tinggal. Alam Sumatera Selatan yang lekat dengan
perairan tawar, baik itu rawa maupun sungai, membuat masyarakatnya membangun
rumah panggung. Di tepian Sungai Musi masih ada rumah limas yang pintu masuknya
menghadap ke sungai.
Bentuk rumah limas sangat khas. Dalam istilah bahasa,
limas ada dua suku kata yakni
lima
dan emas. Sedangkan ciri khasnya terrletak pada atapnya yang
berbentuk limas dan memiliki tiang atau rumah panggung. Sebenarnya rumah
khas Palembang yang termasuk rumah panggung ini sangat cocok kondisi alam
Palembang yang memang sebagian besar termasuk kawasan perairan.
Rumah panggung secara fungsional memenuhi syarat mengatasi kondisi rawa dan sungai seperti di Palembang, yang sempat dijuluki Venesia dari Timur karena ratusan anak sungai yang mengelilingi wilayah daratannya. Batanghari sembilan adalah sebutan untuk Sungai-sungai yang bermuara ke Sungai Musi. Sungai Ogan, Sungai Komering, Sungai Lematang, Sungai Enim, Sungai Hitam, Sungai Rambang, Sungai Lubay.Namun, seiring berjalannya waktu, lingkungan perairan sungai dan rawa justru semakin menyempit. Rumah- rumah limas yang tadinya berdiri bebas di tengah rawa atau di atas sungai akhirnya dikepung perkampungan
Langganan:
Postingan (Atom)









.jpg)

