Nasi
jaha adalah merupakan salah satu makanan khas Sulawesi Utara yang berbahan
dasar beras ketan dan santan, yang dibakar setelah sebelumnya diisi kedalam
batang bambu berlapis daun pisang kemudian dibakar. Nasi jaha merupakan ole-ole
wajib selain dodol setiap perayaan pengucapan syukur.Senin, 23 Juni 2014
MAKANAN KHAS MANADO
Bubur Tinotuan , atau lebih populer dengan nama
Bubur Manado, merupakan salah satu makanan khas dari Kota Manado, Sulawesi
Utara. Makanan ini boleh dikatakan telah menusantara, karena dapat ditemukan
disemua kota dan sesuai selera nusantara, lagi pula sangat sarat dengan Gizi. Makanan ini berbahan dasar sayur sayuran .
Nasi
jaha adalah merupakan salah satu makanan khas Sulawesi Utara yang berbahan
dasar beras ketan dan santan, yang dibakar setelah sebelumnya diisi kedalam
batang bambu berlapis daun pisang kemudian dibakar. Nasi jaha merupakan ole-ole
wajib selain dodol setiap perayaan pengucapan syukur.
Nasi
jaha adalah merupakan salah satu makanan khas Sulawesi Utara yang berbahan
dasar beras ketan dan santan, yang dibakar setelah sebelumnya diisi kedalam
batang bambu berlapis daun pisang kemudian dibakar. Nasi jaha merupakan ole-ole
wajib selain dodol setiap perayaan pengucapan syukur.Senin, 28 April 2014
UPACARA
ADAT KEMATIAN DIBALI (NGABEN)
Ngaben merupakan salah satu upacara yang
dilakukan oleh Umat Hindu di Bali yang tergolong upacara Pitra Yadnya (upacara
yang ditunjukkan kepada Leluhur). Ngaben secara etimologis berasal dari kata api
yang mendapat awalan nga, dan akhiran an, sehingga menjadi ngapian, yang
disandikan menjadi ngapen yang lama kelamaan terjadi pergeseran kata menjadi
ngaben.
Upacara
Ngaben selalu melibatkan api, api yang digunakan ada 2, yaitu berupa api
konkret (api sebenarnya) dan api abstrak (api yang berasal dari Puja Mantra
Pendeta yang memimpin upacara). Versi lain mengatakan bahwa ngaben berasal dari
kata beya yang artinya bekal, sehingga ngaben juga berarti upacara memberi
bekal kepada Leluhur untuk perjalannya ke Sunia Loka
Bentuk-bentuk
Upacara Ngaben
Ngaben
Sawa Wedana
Sawa Wedana adalah upacara ngaben
dengan melibatkan jenazah yang masih utuh (tanpa dikubur terlebih dahulu) .
Biasanya upacara ini dilaksanakan dalam kurun waktu 3-7 hari terhitung dari
hari meninggalnya orang tersebut. Pengecualian biasa terjadi pada upacara
dengan skala Utama, yang persiapannya bisa berlangsung hingga sebulan.
Sementara pihak keluarga mempersiapkan segala sesuatu untuk upacara maka
jenazah akan diletakkan di balai adat yang ada di masing-masing rumah dengan
pemberian ramuan tertentu untuk memperlambat pembusukan jenazah.
Ngaben
Asti Wedana
Asti Wedana adalah upacara ngaben
yang melibatkan kerangka jenazah yang telah pernah dikubur. Upacara ini
disertai dengan upacara ngagah, yaitu upacara menggali kembali kuburan dari
orang yang bersangkutan untuk kemudian mengupacarai tulang belulang yang
tersisa.
Swasta
Swasta adalah upacara ngaben tanpa
memperlibatkan jenazah maupun kerangka mayat, hal ini biasanya dilakukan karena
beberapa hal, seperti : meninggal di luar negeri atau tempat jauh, jenazah
tidak ditemukan, dll. Pada upacara ini jenazah biasanya disimbolkan dengan kayu
cendana (pengawak) yang dilukis dan diisi aksara magis sebagai badan kasar dari
atma orang yang bersangkutan.
Tujuan
Upacara Ngaben
Upacara ngaben secara konsepsional
memiliki makna dan tujuan sebagai berikut :
1. Dengan membakar jenazah maupun
simbolisnya kemudian menghanyutkan abu ke sungai, atau laut memiliki makna
untuk melepaskan Sang Atma (roh) dari belenggu keduniawian sehingga dapat
dengan mudah bersatu dengan Tuhan (Mokshatam Atmanam)
2. Membakar jenazah juga merupakan
suatu rangkaian upacara untuk mengembalikan segala unsur Panca Maha Bhuta (5
unsur pembangun badan kasar manusia) kepada asalnya masing-masing agar tidak menghalangi
perjalan Atma ke Sunia Loka Bagian Panca Maha Bhuta yaitu : a.
Pertiwi : unsur padat yang membentuk tulang, daging, kuku, dll b. Apah:
unsur cair yang membentuk darah, air liur, air mata, dll c. Bayu : unsur
udara yang membentuk nafas. d. Teja : unsur panas yang membentuk suhu
tubuh. e. Akasa : unsur ether yang membentuk rongga dalam tubuh.
3. Bagi pihak keluarga, upacara ini
merupakan simbolisasi bahwa pihak keluarga telah ikhlas, dan merelakan
kepergian yang bersangkutan.
Sabtu, 26 April 2014
TAMAN WISATA
BUNAKEN
Di sekitar pulau Bunaken terdapat taman laut
Bunaken yang merupakan bagian dari Taman Nasional Bunaken.
Taman laut ini memiliki biodiversitas kelautan salah satu yang
tertinggi di dunia. Selam scuba menarik banyak pengunjung ke
pulau ini. Secara keseluruhan taman laut Bunaken meliputi area seluas 75.265
hektare dengan lima pulau yang berada di dalamnya, yakni Pulau Manado Tua
(Manarauw), Pulau Bunaken, Pulau Siladen,
Pulau Mantehage
berikut beberapa anak pulaunya, dan Pulau Naen. Meskipun meliputi area 75.265 hektare, lokasi
penyelaman (diving) hanya terbatas di masing-masing pantai yang
mengelilingi kelima pulau itu.
Taman laut Bunaken memiliki 20 titik
penyelaman (dive spot) dengan kedalaman bervariasi hingga 1.344 meter.
Dari 20 titik selam itu, 12 titik selam di antaranya berada di sekitar Pulau
Bunaken. Dua belas titik penyelaman inilah yang paling kerap dikunjungi
penyelam dan pecinta keindahan pemandangan bawah laut.
Ini dia contoh pemandangan dibawah laut
bunaken J
.jpg)
JANGAN LUPA YA MAIN MAIN KE PULAU BUNAKEN :)
Minggu, 02 Maret 2014
RUMAH ADAT PALEMBANG
RUMAH ADAT PALEMBANG
Rumah adat Palembang merupakan Rumah panggung kayu. Bari
dalam bahasa Palembang berarti lama atau kuno. Dari segi arsitektur,
rumah-rumah kayu itu disebut rumah limas karena bentuk atapnya yang berupa
limasan. Sumatera Selatan adalah salah satu daerah yang memiliki ciri khas
rumah limas sebagai rumah tinggal. Alam Sumatera Selatan yang lekat dengan
perairan tawar, baik itu rawa maupun sungai, membuat masyarakatnya membangun
rumah panggung. Di tepian Sungai Musi masih ada rumah limas yang pintu masuknya
menghadap ke sungai.
Bentuk rumah limas sangat khas. Dalam istilah bahasa,
limas ada dua suku kata yakni
lima
dan emas. Sedangkan ciri khasnya terrletak pada atapnya yang
berbentuk limas dan memiliki tiang atau rumah panggung. Sebenarnya rumah
khas Palembang yang termasuk rumah panggung ini sangat cocok kondisi alam
Palembang yang memang sebagian besar termasuk kawasan perairan.
Rumah panggung secara fungsional memenuhi syarat mengatasi kondisi rawa dan sungai seperti di Palembang, yang sempat dijuluki Venesia dari Timur karena ratusan anak sungai yang mengelilingi wilayah daratannya. Batanghari sembilan adalah sebutan untuk Sungai-sungai yang bermuara ke Sungai Musi. Sungai Ogan, Sungai Komering, Sungai Lematang, Sungai Enim, Sungai Hitam, Sungai Rambang, Sungai Lubay.Namun, seiring berjalannya waktu, lingkungan perairan sungai dan rawa justru semakin menyempit. Rumah- rumah limas yang tadinya berdiri bebas di tengah rawa atau di atas sungai akhirnya dikepung perkampungan
Rabu, 26 Februari 2014
PAKAIAN ADAT ACEH
PAKAIAN
ADAT ACEH
Kekayaan
budaya Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam atau lebih dikenal dengan julukan
Serambi Mekah banyak dipengaruhi oleh budaya Islam. Dalam hal Pakaian Adat,
pengaruh budaya Islam juga sangat tampak. Seperti penjelasan mengenai pakaian
adat daerah Aceh berikut ini:
Pakaian
Adat Tradisional Laki-laki Aceh (Linto Baro):
·
Pria
memakai Baje Meukasah atau baju jas leher tertutup. Ada
sulaman keemasan menghiasi krah baju.
·
Jas
ini dilengkapi celana panjang yang disebut Cekak Musang.
·
Kain
sarung (Ija Lamgugap) dilipat di pinggang berkesan gagah. Kain sarung
ini terbuat dari sutra yang disongket.
·
Sebilah
rencong atau Siwah berkepala emas/perak dan berhiaskan permata
diselipkan di ikat pinggang.
·
Bagian
kepala ditutupi kopiah yang populer disebut Meukeutop.
·
Tutup
kepala ini dililit oleh Tangkulok atau Tompok dari
emas. Tangkulok ini terbuat dari kain tenunan. Tompok ialah
hiasan bintang persegi 8, bertingkat, dan terbuat dari logam mulia
Baju
Adat Perempuan Aceh (Dara Baro):
·
Wanita
mengenakan baju kurung berlengan panjang hingga sepinggul. Krah bajunya sangat
unik menyerupai krah baju khas china.
·
Celana
cekak musang dan sarung (Ija Pinggang) bercorak yang dilipat sampai
lutut. Corak pada sarung ini bersulam emas.
·
Perhiasan
yang dipakai : kalung disebut Kula. Ada pula hiasan lain seperti :
Gelang tangan, Gelang kaki, Anting, dan ikat pinggang (Pending) berwarna
emas.
·
Bagian
rembut ditarik ke atas membentuk sanggul kecil dengan hiasan kecil bercorak
bunga
Meski
pada dasarnya kedua pakaian itu memiliki corak sama, namun dari segi ragam dan
atribut ataupun simbol-simbol yang digunakan ada perbedaan antara pakaian yang
digunakan laki-laki dan perempuan
Adapu beberapa bahasa yang umum digunakan adalah Bahasa Aceh. Di dalamnya
terdapat beberapa dialek lokal, seperti Aceh Rayeuk, dialek Pidie dan dialek
Aceh Utara. Sedangkan untuk Bahasa Gayodikenal dialek Gayo Lut, Gayo Deret dan Gayo Lues.
sekian dulu yaaa :)
Minggu, 23 Februari 2014
KESENIAN REOG PONOROGO
KESENIAN
REOG PONOROGO
Sejarah
Kesenian Tari Reog Ponorogo- Reog merupakan kesenian terkenal asli warisan leluhur
Indonesia yang berasal dari Kabupaten Ponorogo Jawa Timur. Kesenian Reog Ponorogosampai sekarang
masih aktif dan di kenal dari seluruh masyarakat Indonesia bahkan wisatawan
mancanegara.
Reog adalah salah satu kesenian budaya yang
berasal dari Jawa Timur bagian barat-laut dan Ponorogo dianggap sebagai kota
asal Reog yang sebenarnya. Gerbang kota Ponorogo dihiasi oleh sosok warok dan
gemblak, dua sosok yang ikut tampil pada saat reog dipertunjukkan. Reog adalah
salah satu budaya daerah di Indonesia yang masih sangat kental dengan hal-hal
yang berbau mistik dan ilmu kebatinan yang kuat
Reog Ponorogo yang kita kenal identik dengan kekuatan
dunia hitam, preman ataupun kekerasan lainnya serta lepas pula dari dunia
mistis ketimuran dan kekuatan supranatural. Salah satu pertunjukkan yang ada
pada reog yakni mempertontonkan keperkasaan pembarong dalam mengangkat dadak
merak seberat 50kg yang digigit sepanjang pertunjukan berlangsung.
Dalam pertunjukan Tari Reog Ponorogo ditampilkan topeng berbentuk kepala
singa yang dikenal sebagai “Singa barong”, raja hutan, yang menjadi simbol
untuk Kertabhumi, dan diatasnya ditancapkan bulu-bulu merak hingga menyerupai
kipas raksasa yang menyimbolkan pengaruh kuat para rekan Cinanya yang mengatur
dari atas segala gerak-geriknya.
Kamis, 20 Februari 2014
ALAT MUSIK TIFA
PAPUA
Alat Musik Tradisional Papua
Tifa merupakan alat musik khas Indonesia bagian Timur, khususnya Maluku dan Papua. Alat musik ini
bentuknya menyerupai kendang dan terbuat dari kayu yang di lubangi
tengahnya. Ada beberapa macam jenis alat musik Tifa seperti Tifa Jekir, Tifa Dasar, Tifa Potong, Tifa Jekir Potong dan Tifa Bas.
Tifa mirip dengan alat musik gendang yang dimainkan dengan cara
dipukul. Alat musik ini terbuat dari sebatang kayu yang dikosongi atau
dihilangi isinya dan pada salah satu sisi ujungnya ditutupi, dan biasanya penutupnya
digunakan kuliit rusa yang telah dikeringkan untuk menghasilkan suara yang
bagus dan indah. Bentuknyapun biasanya dibuat dengan ukiran. Setiap suku di
Maluku dan Papua memiliki tifa dengan ciri khas nya masing-masing.
Tifa biasanya digunakan untuk mengiringi tarian perang dan beberapa tarian daerah lainnya seperti tari Lenso dari Maluku yang diiringi juga dengan alat
musik totobuang, tarian tradisional suku Asmat dan tari Gatsi.
Alat musik tifa dari Maluku memiliki nama lain, seperti tahito
atau tihal yang digunakan di wilayah-wilayah Maluku Tengah. Sedangkan, di pulau
Aru, tifa memiliki nama lain yaitu titir. Jenisnya ada yang berbentuk seperti
drum dengan tongkat seperti yang digunakan di Masjid . Badan kerangkanya
terbuat dari kayu dilapisi rotan sebagai pengikatnya dan bentuknya berbeda-beda
berdasarkan daerah asalnya.
GAMBAR ALAT MUSIK TIFA
Langganan:
Postingan (Atom)





.jpg)





